Pages

Selasa, 19 November 2013

Internet Security

Sejak memasyarakatnya internet dan dipasarkannya beberapa sistem operasi baik yang close source maupun open source, membangun sebuah jaringan komputer merupakan suatu yang biasa. Demikian pula penerapan konsep downsizing maupun lightsizing , yang bertujuan menekan anggaran belanja (efisiensi anggaran), khususnya dalam peralatan komputer. Internet merupakan sebuah jaringan komputer yang sangat terbuka di dunia, konsekuensi yang harus ditanggung adalah tidak ada jaminan keamanan bagi jaringan yang terhubung ke internet. Artinya jika operator jaringan tidak hati-hati dalam menset-up sistemnya, maka kemungkinan besar jaringan yang terhubung ke internet, akan dengan mudah dimasuki orang yang tidak berhak dari luar. Adalah tugas dari operator jaringan yang bersangkutan, untuk menekan resiko seminimal mungkin. Pemilihan strategi dan kecakapan administrator jaringan berpengaruh besar terhadap keamanan jaringan. Hal yang juga perlu dipertimbangkan, adalah kemampuan dari administrator, dalam memaksimalkan jaringan internet yang ada. Sebesar apapun bandwidth yang disediakan, tidak akan terlalu berarti, apabila tidak ada pengaturan pemakaian atau hak akses bagi pengguna atau user . Disamping itu, dengan banyaknya fasilitas yang disediakan oleh internet ( browsing, chatting, d o w n l o a d , f a c e b o o k , g a m e o n l i n e , b l o g i n g , dan lain-lain), memerlukan pengaturan yang tepat, agar jaringan yang dikelola berjalan dengan baik
Pengertian Firewall Firewall merupakan suatu cara atau mekanisme yang diterapkan baik terhadap hardware, software ataupun sistem itu sendiri dengan tujuan untuk melindungi, baik dengan menyaring, membatasi atau bahkan menolak suatu atau semua hubungan/kegiatan suatu segmen pada jaringan pribadi dengan jaringan luar yang bukan merupakan ruang lingkupnya. Segmen tersebut dapat merupakan sebuah w o r k s t a t i o n , s e r v e r , r o u t e r , atau l o c a l a r e a n e t w o r k (LAN) anda. 

Firewall untuk komputer, pertama kali dilakukan dengan menggunakan prinsip “ non-routing ” pada sebuah Unix host yang menggunakan 2 buah network interface card, network interface card yang pertama di hubungkan ke internet (jaringan lain) sedangkan yang lainnya dihubungkan ke personal computer
Sistem Keamanan Internet Dengan Menggunakan IP Tables Sebagai Firewall (jaringan lokal) (dengan catatan tidak terjadi “route” antara kedua network interface card di PC ini). Untuk dapat terkoneksi dengan Internet (jaringan lain) maka harus memasuki server firewall (bisa secara remote, atau langsung), kemudian menggunakan resource yang ada pada komputer ini untuk berhubungan dengan Internet (jaringan lain), apabila perlu untuk menyimpan file/data maka dapat menaruhnya sementara di PC firewall anda, kemudian mengkopikannya ke PC (jaringan lokal). Sehingga internet(jaringan luar) tidak dapat berhubungan langsung dengan PC(jaringan lokal) . Dikarenakan masih terlalu banyak kekurangan dari metoda ini, sehingga dikembangkan berbagai bentuk, konfigurasi dan jenis firewall dengan berbagai policy (aturan) didalamnya. Firewall secara umum di peruntukkan untuk melayani: (1) Mesin/Komputer, Setiap mesin/komputer yang terhubung langsung ke jaringan luar atau internet dan menginginkan semua yang terdapat pada komputernya terlindungi. (2) Jaringan, Jaringan komputer yang terdiri lebih dari satu buah komputer dan berbagai jenis topologi jaringan yang digunakan, baik yang di miliki oleh perusahaan, organisasi dsb.
Karakteristik Sebuah Firewall:
 a. Seluruh hubungan/kegiatan dari dalam ke luar, harus melewati firewall. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memblok/membatasi baik secara fisik semua akses terhadap jaringan Lokal, kecuali melewati firewall. Banyak sekali bentuk jaringan yang memungkinkan agar konfigurasi ini terwujud.
 b. Hanya Kegiatan yang terdaftar/dikenal yang dapat melewati/melakukan hubungan, hal ini dapat dilakukan dengan mengatur policy pada konfigurasi keamanan lokal. Banyak sekali jenis firewall yang dapat dipilih sekaligus berbagai jenis policy yang ditawarkan.
 c. Firewall itu sendiri haruslah kebal atau relatif kuat terhadap serangan/ kelemahan. Hal ini berarti penggunaan sistem yang dapat dipercaya dan dengan sistem yang relatif aman.
Teknik Yang digunakan Oleh Sebuah Firewall Ada empat teknik yang dapat digunakan oleh sebuah firewall, yaitu: service control, direction control, user control dan behavior control. Service Kontrol (Kendali Terhadap Layanan), berdasarkan tipe-tipe layanan yang digunakan di Internet dan boleh diakses baik untuk kedalam ataupun keluar firewall. Biasanya firewall akan mencek no IP Address dan juga nomor port yang di gunakan baik pada protokol TCP dan UDP, bahkan bisa dilengkapi software untuk proxy yang akan menerima dan menterjemahkan setiap permintaan akan suatu layanan sebelum mengijinkannya. Bahkan bisa jadi software pada server itu sendiri, seperti layanan untuk web ataupun untuk mail. Direction Control (kendali terhadap arah), berdasarkan arah dari berbagai permintaan (request) terhadap layanan yang akan dikenali dan diijinkan melewati firewall.
Sistem Keamanan Internet Dengan Menggunakan IP Tables Sebagai Firewall User control (kendali terhadap pengguna), Berdasarkan pengguna/user untuk dapat menjalankan suatu layanan, artinya ada user yang dapat dan ada yang tidak dapat menjalankan suatu servis,hal ini di karenakan user tersebut tidak di ijinkan untuk melewati firewall. Biasanya digunakan untuk membatasi user dari jaringan lokal untuk mengakses keluar, tetapi bisa juga diterapkan untuk membatasi terhadap pengguna dari luar. Behavior Control (kendali terhadap perlakuan), Berdasarkan seberapa banyak layanan itu telah digunakan. Misalnya, firewall dapat memfilter email untuk menanggulangi/mencegah spam.
Tipe-Tipe Firewall Berdasarkan tipenya firewall dapat diklasifikasikan menjadi 3 kelompok yaitu: Packet Filtering Router, Application-Level Gateway , dan Circuit-level Gateway . Packet Filtering Router, Packet Filtering diaplikasikan dengan cara mengatur semua packet IP baik yang menuju, melewati atau akan dituju oleh packet tersebut. Pada tipe ini packet tersebut akan diatur apakah akan di terima dan diteruskan atau di tolak. Penyaringan packet ini di konfigurasikan untuk menyaring packet yang akan di transfer secara dua arah (baik dari dan ke jaringan lokal). Aturan penyaringan didasarkan pada header IP dan transport header, termasuk juga alamat awal (IP) dan alamat tujuan (IP), protokol transport yang di gunakan (UDP,TCP), serta nomor port yang digunakan. Kelebihan dari tipe ini adalah mudah untuk di implementasikan, transparan untuk pemakai, relatif lebih cepat. Adapun kelemahannya adalah cukup rumitnya untuk menyetting paket yang akan difilter secara tepat, serta lemah dalam hal authentikasi. Adapun serangan yang dapat terjadi pada firewall dengan tipe ini adalah:  IP address spoofing : Intruder (penyusup) dari luar dapat melakukan ini dengan cara menyertakan/menggunakan ip address jaringan lokal yang telah diijinkan untuk melalui firewall.  Source routing attacks : Tipe ini tidak menganalisa informasi routing sumber IP, sehingga memungkinkan untuk membypass firewall.  Tiny Fragment attacks : Intruder membagi IP kedalam bagian-bagian (fragment) yang lebih kecil dan memaksa terbaginya informasi mengenai TCP header. Serangan jenis ini di design untuk menipu aturan penyaringan yang bergantung kepada informasi dari TCP header. Penyerang berharap hanya bagian (fragment) pertama saja yang akan di periksa dan sisanya akan bisa lewat dengan bebas.


Gateway yang biasa juga di kenal sebagai proxy server yang berfungsi untuk memperkuat/menyalurkan arus aplikasi. Tipe ini akan mengatur semua hubungan yang menggunakan layer aplikasi ,baik itu FTP, HTTP, GOPHER dll. Cara kerjanya adalah apabila ada pengguna yang menggunakan salah satu aplikasi semisal FTP untuk mengakses secara remote, maka gateway akan meminta user memasukkan alamat remote host yang akan di akses.Saat pengguna mengirimkan useer ID serta informasi lainnya yang sesuai maka gateway akan melakukan hubungan terhadap aplikasi tersebut yang terdapat pada remote host, dan menyalurkan data diantara kedua titik. apabila data tersebut tidak sesuai maka firewall tidak akan meneruskan data tersebut atau menolaknya. Lebih jauh lagi, pada tipe ini Firewall dapat di konfigurasikan untuk hanya mendukung beberapa aplikasi saja dan menolak aplikasi lainnya untuk melewati firewall. Kelebihannya adalah relatif lebih aman daripada tipe packet filtering router lebih mudah untuk memeriksa (audit) dan mendata (log) semua aliran data yang masuk pada level aplikasi. Kekurangannya adalah pemrosesan tambahan yang berlebih pada setiap hubungan. yang akan mengakibatkan terdapat dua buah sambungan koneksi antara pemakai dan gateway, dimana gateway akan memeriksa dan meneruskan semua arus dari dua arah, 
Circuit-level Gateway, Tipe ketiga ini dapat merupakan sistem yang berdiri sendiri , atau juga dapat merupakan fungsi khusus yang terbentuk dari tipe application-level gateway.tipe ini tidak mengijinkan koneksi TCP end to end (langsung) Cara kerjanya : Gateway akan mengatur kedua hubungan TCP tersebut, 1 antara dirinya (gw) dengan TCP pada pengguna lokal (inner host) serta 1 lagi antara dirinya (gw) dengan TCP pengguna luar (outside host). Saat dua buah hubungan terlaksana, gateway akan menyalurkan TCP segment dari satu hubungan ke lainnya tanpa memeriksa isinya. Fungsi pengamanannya terletak pada penentuan hubungan mana yang diijinkan.
Sistem Keamanan Internet Dengan Menggunakan IP Tables Sebagai Firewall  Penggunaan tipe ini biasanya dikarenakan administrator percaya dengan pengguna internal ( internal users ). 

Langkah-Langkah Membangun Firewall Untuk membangun firewall dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Mengidenftifikasi bentuk jaringan yang dimiliki, khususnya topologi yang digunakan serta protocol jaringan
 b. Menentukan Policy atau kebijakan. Penentuan kebijakan atau policy merupakan hal yang harus dilakukan karena baik atau buruknya sebuah firewall yang dibangun sangat ditentukan oleh policy/kebijakan yang di terapkan. Kebijakan yang dimaksud, diantaranya:  Menentukan apa saja yang perlu di layani. Artinya, apa saja yang akan dikenai policy atau kebijakan yang akan kita buat.  Menentukan individu atau kelompok-kelompok yang akan dikenakan policy atau kebijakan tersebut.  Menentukan layanan-layanan yang di butuhkan oleh tiap tiap individu atau kelompok yang menggunakan jaringan.  Berdasarkan setiap layanan yang di gunakan oleh individu atau kelompok tersebut akan ditentukan bagaimana konfigurasi terbaik yang akan membuatnya semakin aman  Menerapkankan semua policy atau kebijakan tersebut.
c. Menyiapkan Software atau Hardware yang akan digunakan Baik itu operating sistem yang mendukung atau software-software khusus pendukung firewall seperti iPChains, atau iptables pada linux, dsb. Serta konfigurasi hardware yang akan mendukung firewall tersebut.
d. Melakukan test konfigurasi Pengujian terhadap firewall yang telah selesai di bangun haruslah dilakukan, terutama untuk mengetahui hasil yang akan kita dapatkan, caranya dapat menggunakan tool tool yang biasa dilakukan untuk mengaudit seperti nmap.
RANCANGAN  SISTEM Melihat permasalahan yang sudah dipaparkan diatas, maka dianggap perlu untuk mengusulkan desain dan pembangunan jaringan yang lebih baik, sehingga permasalahan yang terjadi dapat diatasi. Mengingat kemampuan finansial sekolah juga terbatas, maka yang perlu didahulukan adalah

Sistem Keamanan Internet Dengan Menggunakan IP Tables Sebagai Firewall  memaksimalkan jaringan yang ada. Beda antara jaringan yang lama dengan jaringan yang diusulkan adalah, adanya penambahan proxy server yang digunakan sebagai internet cache, yitu jika halaman web pernah diakses, maka halaman tersebut disimpan pada cache internet proxy server. Proxy server juga bisa digunakan untuk memfilter situs-situs yang tidak dikehendaki, misalya situs porno, situs yang biasa dipakai oleh cracker dan lain-lain.


Sistem Keamanan Internet Dengan Menggunakan IP Tables Sebagai Firewall   
Instalasi Sistem Instalasi Iptables, Iptables adalah modul di linux, yang memberikan dukungan langsung terhadap kernel linux mulai versi 2.4, Untuk keamanan sistem serta beberapa keperluan jaringan lainnya. Iptables dapat digunakan untuk melakukan seleksi terhadap paket-paket yang datang baik input , output maupun forward berdasarkan Ip address, identitas jaringan, nomor port , source (asal), destination (tujuan), protokol yang digunakan bahkan berdasarkan tipe koneksi terhadap setiap paket (data) yang dinginkan. Iptables dapat melakukan perhitungan terhadap paket dan menerapkan prioritas trafik berdasar jenis layanan ( service ). Iptables dapat digunakan untuk mendefinisikan sekumpulan aturan keamanan berbasis port untuk mengamankan host-host tertentu. Iptables juga dapat dimanfaatkan untuk membangun sebuah router atau gateway , tentunya hanya untuk sistem operasi linux. Konfigurasi Iptables paling sederhana setidaknya menangani 3 kumpulan aturan yang disebut chain . Paket-paket yang diarahkan ke mesin firewall dinamakan chain INPUT, paket-paket yang diteruskan melewati firewall dinamakan FORWARD dan paket-paket yang menuju jaringan eksternal meniggalkan mesin firewall disebut OUTPUT. Paket-paket yang masuk diperiksa, apakah rusak, salah information atau tidak, kemudian diberikan ke chain INPUT.
Tergantung pada informasi yang terdapat di dalam header paket dan kebijakan dalam ruleset, keputusan yang diambil untuk suatu paket dapat berupa:
a. ACCEPT, Menerima paket dan diproses lebih lanjut oleh kernel.
b. DROP, Menolak paket tanpa pemberitahuan sama sekali.
c. REJECT, Mengembalikan paket ke asalnya dengan pesan kesalahan ICMP.
d. LOG, Melakukan log (pencatatan)terhadap paket yang bersesuaian.
e. RETURN, Untuk chain user-defined akan dikembalikan ke chain yang memanggil, sedangkan untuk chain INPUT, OUTPUT dan FORWARD akan dijalankan kebijakan default.
 f. Mengirim ke chain user-defined . Keputusan kebijakan di atas dibuat oleh pernyataan jump yang terdapat di dalam ruleset . Keputusan-keputusan yang serupa dibuat dalam chain FORWARD dan OUTPUT. Iptables juga memberikan fasilitas pembuatan proxy transparan dan IP masquerade dengan skema NAT ( N e t w o r k A d d r e s s Translation ).
Algoritma Iptables Yang Digunakan Proses yang terjadi pada sisi firewall, ketika firewall mulai dihidupkan, adalah sebagai berikut:
a. Proses booting, sistem operasi memeriksa konfigurasi hardware pada PC firewall tersebut.
b. Sistem menjalankan script ip forwarding yang ditulis pada file rc.local.
Sistem Keamanan Internet Dengan Menggunakan IP Tables Sebagai Firewall
c. Perintah NAT ( Network Address Translation ) dijalankan.
d. Untuk menjalankan fungsi firewall, terlebih dahulu blok/ drop seluruh paket, dengan mematikan chain INPUT, OUTPUT, dan FORWARD.
e. Aktifkan paket-paket yang diijinkan melalui firewall, dengan membuka chain INPUT, OUTPUT, dan FORWARD, dengan fungsi ACCEPT. 



 Pada saat pemblokiran IP address, proses-proses yang terjadi adalah:
a. Paket data masuk melalui jaringan lokal/ eth1.
b. Seluruh chain diblokir/ DROP (INPUT, OUTPUT, dan FORWARD).
c. Selain IP address 192.168.215.10 di ijinkan melalui chain INPUT. d. Selain IP address 192.168.215.10 di ijinkan melalui chain FORWARD.
Algoritma Untuk Mem-blokir Situ Web. Untuk mem-blokir situs-situs web yang tidak diijinkan masuk dan diakses jaringan lokal, adalah sebagai berikut :
a. Paket data masuk dari jaringan publik/ eth0.
b. Seluruh chain diblokir/ DROP (INPUT, OUTPUT, dan FORWARD).
c. Selain www.hackers.net di ijinkan melalui chain INPUT.
d. Selain www.hackers.net di ijinkan melalui chain FORWARD
Algoritma Mem-blokir FTP (File Transfer Protocol) Untuk mem-blokir user lokal yang tidak diijinkan mengakses ftp server , adalah sebagai berikut :
a. Paket data masuk dari jaringan publik/ eth0.
b. Seluruh chain diblokir/ DROP (INPUT, OUTPUT, dan FORWARD).
c. Selain ftp.microsoft.com di ijinkan melalui chain INPUT.
d. Selain ftp.microsoft.com di ijinkan melalui chain FORWARD


Tidak ada komentar:

Posting Komentar